Menurut Kantor Berita ABNA, Sheikh Isa Qassim menilai langkah sebagian penguasa Arab yang menjalin normalisasi hubungan diplomatik dengan rezim Zionis sebagai bentuk pengkhianatan terhadap perjuangan Palestina.
"Pendudukan tanah Arab dan Islam, penderitaan bangsa Palestina, dan berlanjutnya kejahatan rezim Zionis terhadap Palestina sebagai alasan penting perlawanan terhadap Israel," ujar Shaikh Qassim hari Selasa (29/9/2020).
"Reaksi umat Islam terhadap normalisasi hubungan dengan rezim Zionis harus keras supaya negara lain tidak melakukan tindakan serupa," tegasnya.
Pada 15 September 2020, Menteri Luar Negeri UEA dan Bahrain menandatangani perjanjian normalisasi hubungan diplomatik dengan rezim Zionis di Gedung Putih yang dihadiri langsung Presiden AS, Donald Trump.
Perjanjian tersebut memicu reaksi keras dari pihak Palestina dan dunia Islam. (PH)
342/